Siang yang panas ini, Saya kepengen ngomongin soal asmara. Hal yang enggak pernah bisa dilepasin dari kehidupan manusia tanpa memandang umur, status dan tempat tinggal. Jika beberapa bulan kemarin saya udah ngebahas tentang asmara SMA, Sekarang saya bakalan ngomongin asmara yang terjadi setelahnya yaitu masa - masa kuliah.
Asmara di kuliah memang enggak berbeda jauh sama masa Sma, paling perbedaannya terletak dari bagaimana kita menghadapi permasalahan asmara itu sendiri, kalo sma merupakan masa - masa labil yang membuat galau begitu rentan ketika problem asmara melanda, sedangkan masa kuliah kita bisa sedikit lebih dewasa karena fase labil dalam hidup mulai berpindah ke fase dewasa tidak semata - mata menggunakan hati saja.
Oke, langsung aja deh kita bahas. Inilah beberapa riset yang saya lakukan diberbagai kampus dibandung yang menghasilkan sebuah kesimpulan "Nasib Asmara Dilihat Dari Kampus Kalian Berkuliah". Khusus hari ini yang saya bahas cuma bandung saja mungkin kampus kota lain akan menyusul dipostingan selanjutnya. Dan ini juga merupakan perbaikan dari postingan yang saya tulis diblog saya yang satunya lagi.
Here We goes...Enjoy my post :)
1. ITB ( Institut Teknologi Bandung )
Untuk memulai, mari kita bahas dari kampus yang paling terkenal dibandung dan di Indonesia. Kampus yang tiap orang pengen berkuliah disana sebab itb merupakan salah satu kampus terbaik yang ada di Indonesia karena mampu menghasilkan Lulusan berkualitas yang mampu bekerja di perusahaan - perusahaan besar diseluruh ibu pertiwi ini. Namun, prestasi Kampus tidak sebanding dengan Asmaranya. Pasalnya ketatnya jadwal kuliah serta tuntutan saat kuliah dikampus ini membuat mereka mudah stress. Oleh karena itu, untuk yang punya pacar dan memiliki niat ngegaet pacar dari itb siapkanlah diri kalian soalnya kalian akan sering dilanda perasaan stress yang disebabkan pasangan kalian yang terlalu fokus sama kuliahnya. Sering ditinggal untuk kuliah, sedikit waktu pacarannya dan agak sedikit egois orangnya. Kenapa egois? soalnya orang pintar tuh kebanyakan bersifat egois dan orang yang masuk ITB kebanyakan orang - orang yang pintar.

